Celah

•June 2, 2017 • Leave a Comment

Di saat hidup susah

Pegangan terasa goyah

Bagaikan kehilangan arah

Ke mana harus melangkah

Tetaplah memandang Allah

Berilah dirimu berserah

Di dalamNya ada anugerah

Ada solusi, ada celah

Untuk setiap masalah.

Advertisements

Senyuman (2)

•May 28, 2017 • Leave a Comment

Tanpa kata, tanpa suara

Senyumanmu lebih bermakna

Bercerita pada dunia

Tentang apa yang kau rasa
Sinergi otot muka

Yang menyirnakan duka

Saat sanubarimu meraih asa

Tentang apa yang kau cita
Senyumanmu menyejukkan jiwa

Menjawab rinduku sejak lama

Sejak kita berjumpa.

Ibu

•May 21, 2017 • Leave a Comment

Andai waktu itu

Telah kudengar untaian kata

“Menua bersamamu”

Tentu aku rekam itu dalam jiwa
Andai waktu itu

Tak terlambat kumenyadarinya

Ku ‘kan terus berperilaku

Yang membuatmu bahagia
Tapi waktu tak kan terulang

Hanya penyesalan yang datang

Biarlah engkau pergi dengan tenang

Dan ku ‘kan s’lalu mengenang

Bertahan dan berjuang

Untukmu ibu yang kusayang.

Bulan Mei

•May 16, 2017 • Leave a Comment

Bulan ini, bulan mei

Bisa jadi, bulan yang njelehi

Bisa jadi, bulan penuh hepi

Tugas yang seakan tak bertepi

Tapi juga hidup yang penuh terberkati
Bulan ini, bulan Mei

Bulan yang penuh mimpi

Bulan yang penuh harapan tinggi

Meraih cita dan cinta di hati
Bulan ini, bulan Mei

Kuperjuangkan setengah mati

Hari demi hari

Demi masa depan yang kunanti.

Not Mine

•May 16, 2017 • Leave a Comment

A day to remember

When we were together

We did share our problems

Tried to o’ercome them

But we took our own path

Better than we got wrath

Then i kissed you goodbye

You’re not anymore mine

Terima kasih

•May 14, 2017 • Leave a Comment

Untuk setiap teguran

Untuk setiap peringatan

Hajaran dan didikan

Bapa, terima kasih
Untuk setiap tuntunan

Untuk setiap bimbingan

Dan setiap penyertaan

Bapa, terima kasih.
Untuk setiap harapan

Untuk setiap permohonan

Doa dan jawaban

Bapa, terima kasih.

Senyuman

•May 11, 2017 • Leave a Comment

Aku berjalan dalam lorong kesunyian

Menuju ujung bernama diam

Seberkas cahaya terangi jalanku

Cahaya bernama senyuman

Namun, terlampau terang cahaya itu

Membutakan hati dan pikiran.
Menuntunku kah terang cahayamu

Ke ujung lorong penuh bisu?

Atau

Silaukah aku hingga terpukau terpaku

Duduk, termenung, diam?