Fajar

•June 19, 2017 • Leave a Comment

Fajar adalah sekar

Yang menawarkan aroma segar

Kepada jiwa yang tegar

Yang siap mengantar

Kepada hidup yang tak tawar

Hidup yang penuh rasa bukannya hambar
Jangan biarkan jiwamu bubar

Karna kehidupanmu yang sukar

Setiap fajar

Berdoalah dengan benar

Berdoalah dengan sadar

Kepada Tuhan Yang Mahabesar

Agar hidupmu seharum mawar
Fajar adalah sekar

Kembali

•June 19, 2017 • Leave a Comment

Aku mencoba mencintai

Kembali

Memberanikan diri

Memaksa hati

Setelah kau pergi

Meninggalkan diri ini

Sepi
Bayangmu yang acap hadir

Kucoba kuusir

Tak lagi kupikir

Namun, terlalu tajam kau ukir
Pergilah,

Tinggalkan raga ini

Tinggalkan jiwa ini

Sepi
Biarlah ku kembali

Mencoba mencintai

Selain dirimu yang telah pergi.

Rupiah

•June 10, 2017 • Leave a Comment

Apakah hidupmu akan selalu indah

Jika hanya dipenuhi oleh rupiah?

Tidak cukupkah semua hadiah

Dari Sang Penciptamu yakni Allah

Yang kepadaNya semua makhluk bermadah

Mengangkat tangan memuji dan menyembah?
Apakah hatimu akan menjadi gundah

Jika dirimu tak dilimpahi rupiah?

Tak lihatkah engkau, mereka yang hanya memakan remah

Yang berharap pada mereka yang kelebihan berkah?
Hai jiwaku yang lemah.

Rumah

•June 7, 2017 • Leave a Comment

Rumah

Adalah

Akhir segala lelah

Walau hanya sebentar singgah
Rumah

Adalah

Istana penuh mewah

Puri yang megah

Tempat teduh di kala susah

Walau hanya dari batu dan tanah
Rumah

Adalah

Tempatku bermimpi indah

Celah

•June 2, 2017 • Leave a Comment

Di saat hidup susah

Pegangan terasa goyah

Bagaikan kehilangan arah

Ke mana harus melangkah

Tetaplah memandang Allah

Berilah dirimu berserah

Di dalamNya ada anugerah

Ada solusi, ada celah

Untuk setiap masalah.

Senyuman (2)

•May 28, 2017 • Leave a Comment

Tanpa kata, tanpa suara

Senyumanmu lebih bermakna

Bercerita pada dunia

Tentang apa yang kau rasa
Sinergi otot muka

Yang menyirnakan duka

Saat sanubarimu meraih asa

Tentang apa yang kau cita
Senyumanmu menyejukkan jiwa

Menjawab rinduku sejak lama

Sejak kita berjumpa.

Ibu

•May 21, 2017 • Leave a Comment

Andai waktu itu

Telah kudengar untaian kata

“Menua bersamamu”

Tentu aku rekam itu dalam jiwa
Andai waktu itu

Tak terlambat kumenyadarinya

Ku ‘kan terus berperilaku

Yang membuatmu bahagia
Tapi waktu tak kan terulang

Hanya penyesalan yang datang

Biarlah engkau pergi dengan tenang

Dan ku ‘kan s’lalu mengenang

Bertahan dan berjuang

Untukmu ibu yang kusayang.