Jigong

•December 3, 2017 • Leave a Comment

Ini kisah Jigong

Seorang perempuan bernama Jigong

Yang sering terlihat bengong

Pandangannya sungguh kosong

Apakah karena dia ompong

Atau karena bodong?
Bukan, bukan karena itu Jigong bengong.

Ternyata, lakinya tukang bohong

Dan itu membuat hatinya bolong

Pecah, terpotong-potong

Penuh luka, rapuh kaya berondong
Semenjak itu, selain sering bengong

Si Jigong jarang ngomong

Hidupnya pun terlihat rempong

Mungkin teelihat agak sedikit sombong

Walau hatinya teriak minta tolong

Si Jigong tetap kelihatan songong

Si Jigong ga mau temannya menolong.
Ah, Jigong

Dia perlu didorong

Didorong untuk move on

Agar Si Jigong ga hanya bengong

Dengan tatapan kosong

Mengingat lakinya yang tukang serong.
Dia perlu ditolong

Oleh Sang Penolong

Yang mampu menambal hatinya yang bolong

Yang mampu menyatukan hatinya yang pecah terpotong-potong

Atau

Hidup lamanya diborong

Diganti yang baru dan strong
Demikian kisah Jigong

Kiranya dia segera bertemu Sang Penolong.

Advertisements

Distance

•December 2, 2017 • Leave a Comment

It’s not about the distance

Where we firmly stand

But about every circumstance

That we hand in hand
Not only we need patience

But also commitment

Our hearts are in engagement

No matter the distance

Tangan dan Kopi

•December 2, 2017 • Leave a Comment

Apakah tangan ini

Yang menyeduhkanku kopi

Secangkir setiap pagi

Tanpa keluh hati?
Apakah tangan ini

Dengan jari jemari

Yang terus menari

Meracikkanku kopi

Agar walau pahit

Tetap bisa dinikmati

Mengawali hari?
Apakah hanya mimpi

Tak nyata, hanya ilusi

Di tangan ini

Kopi mantab tersaji

Ditemani

sepotong roti

Dengan cinta murni?

Rindu

•November 28, 2017 • Leave a Comment

Sungguh rindu tak kenal waktu

Walau siang tak lagi bertalu

Suaramu jelas terdengar merdu

Bahkan saat ku mulai beradu

Rindu datang menyergap menyerbu
Sungguh rindu tak kenal saat

Datang di ujung penat

Tempat yang tak tepat

Dahsyatmu begitu kuat

Membuatku rebah sekarat

Menantimu yang tak dekat

Namun rindu akanmu sungguh hebat.

Sayatan sembilu

•November 24, 2017 • Leave a Comment

Karena sembilu mampu menyayat

pasti perihnya hebat

hingga hanya yang kuat

yang bertahan dengan tegap

Tapi sayangnya hatiku tak cukup kuat

Sayatannya menimbulkan luka hebat

Hingga akhirnya aku jatuh sekarat

perlu obat mujarab

dari Sang Tabib pemberi Harap

Hingga kau sehat sangat

Sampai kau berdiri tetap

meraih asa yang sempat tersendat

Bukan sekedar harap

Ku rayu Dia di sepertiga malam gelap

Agar aku kembali sehat

Dan menemukan dia yang tepat

in collaboration with –nvnjyt- 

Kita siapa?

•November 24, 2017 • Leave a Comment

Siapa kita, manusia laknat?

penuh dosa kita terjerat

Hendak merayu Sang Pemberi Nikmat

Tapi Dia tetap dengan kita, dekat

Dia mendengar tiap doa terpanjat

Dosa kita tak lagi Ia ingat

karena Dia ingin kita selamat

dan menikmati semua nikmat

yang dengan kuasa Dia buat

untuk manusia yang bertobat

Jarak?

•November 21, 2017 • Leave a Comment

Akankah jarak

Membuat kita retak

Akankah jarak

Membuat kita porak
Jarak kita begitu tampak

Yang tak terjangkau oleh teriak
Kita ingin terus bergerak

Bahkan berlari tak hanya merangkak

Kembali dekat tanpa berjarak

Ah, tidak
Mungkin benar aku tak berhak

Menanyakan kembali hatimu riak

Yang kau simpan rapi di dalam kotak.